---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

07 Maret 2016

Turi Putih

Turi Putih
TURI-TURI PUTIH. Turi, artinya tak aturi = Saya kasih tahu. Putih itu simbolisme dari kain kafan/ pocong: Orang mati yang dibungkus dengan kain kafan (Kain mori warna putih). Artinya: Saya kasih tahu, bahwa kelak manusia itu akan mati. DITANDUR NING KEBUN AGUNG. Di tanam di kebun agung, Artinya: Mati di kubur di sebuah makam/ kuburan.
 
Turi (Sesbania grandiflora) menurut Wikipedia merupakan pohon kecil anggota suku Fabaceae. Tumbuhan dengan banyak kegunaan ini asalnya diduga dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, namun sekarang telah tersebar ke berbagai daerah tropis dunia.

Di banyak daerah, pohon ini dikenal sebagai turi (Jw., Sd., Tern., Tid., Hal., Sang., Alor); namun juga toroy (Md.), tuwi (Bl.), turing, suri (Sulut), tuli (Tal.), palawu (Bm.), gala-gala (Timor), ngganggala, kalala (Rote), suri (Mdw.), uliango (Gtl.), tanunu (Smb.), kayu jawa (Baree dan Mks.), ajatulama (Bgs.). Nama inggrisnya, agathi, dipinjam dari namanya dalam bahasa Bengali, agati.

Manfaat Pohon Turi.
  • Daun.
    Untuk pakan ternak piaraan seperti sapi, kambing dan lain lain. Bagian tanah yang tertimbun daun turi biasanya menjadi lembih gembur
  • Batang.
    Batang turi yang berumur tua, kira kira 2tahun kira kira berdiameter 20-30 cm, dapat dijadikan bahan bangunan setelah direndam terlebih dahulu dikolam selama 2 bulan.
    Jika dibakar dilahan yang akan ditanami jagung atau padi dapat menghilangkan gulma sekaligus menyuburkan lahan tersebut.
  • Akar.
    Akar turi mengandung bintil bintil zat lemas (nitrogen), bila ditanam dilahan gersang maka lahan disekitarnya akan menjadi subur.
  • Biji.
    Biji turi mengandung protein yang cukup besar, biji kacang turi ini bisa dibuat tempe yang mempunyai rasa yang tidak kalah dengan tempe kedelai. Selain itu bunga dan buahnya bisa dijadikan sayur. atau pecel.
Turi Putih diangkat menjadi sebuah tembang pada masa Wali Songo dengan diisikan pesan-pesan kebijaksanaan. Tembang yang sarat dengan makna tersirat.

CUMLERET TIBA NYEMPLUNG.
Cumleret = Secepat kilat.
Tiba nyemplung = Jatuh tenggelam.
Sebuah gambaran dari orang mati yang sedang dimasukkan dalam kuburan waktunya cepat seperti kilat, jatuh.

GUMLUNDUNG KEMBANGE APA.
Gumlundung = Menggelinding.
Kembange apa = Bunganya apa.
Maksudnya, setelah orang yang mati itu selesai dikubur, maka kemudian  akan diberi pertanyaan oleh malaikat
soal amal perbuatannya.

MBOK IRA KEMBANGE APA?
Mbok kira = Dikira.
Kembange apa? = Bunga apa?
Mbok iro, adalah simbol manusia yang sudah meninggal, nantinya selalu akan ditanya:
Amal apa yang sudah Kamu diperbuat?
Bekal amal baik apa yang akan kamu dibawa?

TANDURANE TANDURAN KEMBANG.
Tanamannya tanaman bunga = Semua amal yang sudah dilakuan dikala hidup atau bekal yang sudah disiapkan ketika didunia

KEMBANG KENONGO NENG JERO GUWO.
Bunga kenanga didalam gua = Semua amalan yang telah dilakukan disaat hidup akan menemaninya di dalam kubur.

TUMPAKANE KERETO JOWO RODO PAPAT RUPO MENUNGSO.
Naiknya kereta jawa roda 4 dari manusia
= Orang yang meninggal akan  dinaikan kendaraan paling mahal didunia yaitu kereta yang berodakan  manusia

ETAN KALI KULON KALI, TENGAH-TENGAH TANDURI PARI.
Timur sungai barat sungai, tengah - tengah ditanami padi.

SAIKI NGAJI SESUK YO NGAJI, MANUT KARO PORO KYAI.
Sekarang mengaji besok juga mengaji, patuh pada para Kyai
= Ini semacam  parikan (Pantun Jawa) yang mengajak kita untuk senantiasa selalu  belajar agama (Islam).

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]