---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

20 November 2016

Doa Belajar Dan Membaca AlQuran

Doa dan Belajar
Doa Belajar Dan Membaca AlQuran.
 كَلاَمٌ قَدِيْمٌ لاَّ يُمَلُّ سَمَاعُهُ #  تَنَزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَّفِعْلٍ وَّنِيَّةٍ
  • KALAAMUN QODIIMUN LAAYUMALLU SAMAA'UHU # TANAZZAHA 'ANQOULIN WAFI'LIN WANIYYATI.
Al-Qur'an adalah firman Allah yang qodim/sejak dahulu kala (Bukan barang baru) yang tidak membosankan didengarkan. (Firman Allah berupa Al-Qur'an yang ada pada Dzatnya Allah itu) bersih yakni tidak diucapkan berupa huruf, tidak dikerjakan dengan lidah dan tidak ada arahnya (Tempat yang menentu). Bahkan yang pasti adalah Dzatnya Allah itu berkata (Berfirman) dengan Al-Qur'an, BerkataNya tidak sama dengan berkatanya makhluk.
 بِهِ أَشْتَفِيْ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَّنُوْرُهُ # دَلِيْلٌ لِّقَلْبِيْ عِنْدَ جَهْلِيْ وَحَيْرَتِيْ
  • BIHI ASYTAFII MIN KULLI DAAIN WANURUHU # DALIILUN LIQOLBII 'INDA JAHLII WAHAIROTII.
Ya Allah,dengan berkah Al-Qur'an aku minta sembuh dari segala penyakit (Lahir Batin), Nur dari Al-Qur'an itu menunjukkan hati dikala bodoh dan sedang kebingungan (Menjadi hati yang tenang, cerah dan pandai).
فَيَا رَبِّ مَتِّعْنِيْ بِسِرِّ حُرُوْفِه #  وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِيْ وَسَمْعِيْ وَمُقْلَتِيْ
  • FAYAAROBBI MATTI'NII BISIRRI HURUUFIHI # WANAWWIR BIHI QOLBII WASAM'II WAMUQLATII.
Maka wahai Tuhan kami, berilah kami kegembiraan dan kesenangan dengan lantaran rahasianya huruf huruf Al-Qur'an, dan cerah ceriakanlah hati kami, pendengaran kami dan penglihatan mata kami berkah Al-Qur'an.
وَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ # بِجَاهِ النَّبِيِّ وَاْلآلِ ثُمَّ الصَّحَابَةِ
  • WASAHHIL 'ALAYYA HIFDHOHU TSUMMA DARSAHU # BIJAAHINNABII WAL-AALI TSUMMASSHOHAABATII.
Dan Mudahkanlah kami untuk menghafalkan dan mendarus Al-Qur'an berkah Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW dan semua keluarga serta para Sahabatnya.

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]