---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

09 Maret 2017

"Putri Arab" Dikira Puteri Raja Salman (?)

Belakangan ini para pengguna media sosial heboh karena ada sosok wanita cantik yang diduga puteri Raja Salman berfoto pakaian adat Bali yang anggun.

Foto yang heboh itu menurut TribunNews yang mengutip media Kompas diambil di salon Spa yang terletak di Jalan By Pass Ngurah Rai, Nusa Dua, Bali

Menurut accounting Adi Spa, Made Wisnaya, foto yang sedang viral tersebut adalah salah satu Pramugari dari pramugari rombongan Raja Salman.

Adi Spa sendiri memang tidak hanya menyediakan paket untuk perawatan tubuh.
Tapi menyewakan pakaian khas Bali, baik untuk kepentingan nikah atau sekedar untuk foto-foto.
Menurut Wisnaya pramugari tersebut berkewarganegaraan Inggris.

Semula memang manajemen Adi Spa agak ragu, sebab jarang ada tamu Arab yang mau mengenakan pakaian khas Bali. Sebab pakaian khas Bali untuk perempuan cukup terbuka pada bagian atas.
"Kami pikir tidak mungkin ya perempuan Arab mau pakai pakaian Bali yang agak terbuka di bagian atas, ternyata dia dari Inggris," ujarnya.

Di tempat ini sang pramugari tersebut merogoh kocek sebesar Rp 650 ribu untuk pelayanan selama satu jam. Pramugari tersebut tiba pukul 13.00 Wita. Kemudian didandani oleh staf Asi Spa selama 1 jam.
"Dia dandan selama 1 jam, kemudian langsung foto-foto," kata Wisnaya.
Pada kesempatan ini, Wisnaya membantah yang datang ke tempatnya adalah Putri Raja Salman sebagaimana kini ramai viral di media sosial.

Menurutnya di medsos ditulis Putri Arab karena orangnya cantik.
"Jadi tidak dimaksudkan untuk menyebutkan bahwa yang datang adalah putri Raja Salman. Hanya untuk menyatakan bahwa perempuan tersebut cantik seperti putri raja. Bukan putri Raja tapi pramugarinya, dia nginap di Hotel Intercontinental," kata Wisnaya.

Jadi yang berfoto memakai busana adat Bali, Puteri Arab atau "Puteri Arab'? Wallahu 'alam. Yang jelas banyak pengguna media sosial terlalu cepat memutuskan segala kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Atau terlalu cepat mengambil kesimpulan atas suatu berita yang sedang tersembunyi. 😁

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]