---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

23 Maret 2017

Upaya Melawan Hoax

Persebaran informasi di dunia maya tak dapat dikendalikan. Setiap hari jutaan berita bohong (Hoax) selalu lahir dan hilir mudik. Ironisnya, masyarakat mudah percaya berita yang beredar di dunia maya. Berita hoax berpotensi mengganggu keamanan nasional. Bahkan, beberapa kali informasi hoax menjadi viral di media sosial dan memicu keributan.

Gerakan Turn Back Hoax merupakan salah satu inisiatif yang kini tengah disuarakan untuk menghalau peredaran Hoax di jagat internet Indonesia yang semakin meresahkan dan tak terbendung.

Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia merilis layanan pelaporan berita palsu bernama Turn Back Hoax. Berbentuk ekstensi peramban Chrome, Turn Back Hoax mengandalkan mekanisme crowdsourcing.
Para penggunanya melaporkan konten-konten di internet yang diduga merupakan hoax, untuk kemudian disatukan dalam satu basis data.
Basis data yang bisa bebas dikunjungi dengan browser desktop atau mobile ini diharapkan bisa menjadi rujukan netizen di Indonesia dalam memilah mana informasi yang benar. Di dalamnya ada fitur search berbasis kata kunci untuk mempermudah pencarian rujukan.
Untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan informasi benar yang salah disebut sebagai hoax, Turn Back Hoax mengajak para penggunanya untuk saling memverifikasi laporan.

Komunitas Masyarakat Indonesia Anti-Hoax merupakan gerakan non-partisipan. Tidak berafiliasi pada kelompok, partai atau pemerintahan. Kunjungi, laporkan, klarifikasi dan lawan di turnbackhoax.dekalita.com

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]