---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

31 Januari 2018

Mengenal Struktur Nahdlatul Ulama

Struktur Organisasi Nahdlatul Ulama
Struktur Organisasi Nahdlatul Ulama:
- Pengurus Besar (tingkat Pusat).
- Pengurus Wilayah (tingkat Provinsi), terdapat 33 Wilayah.
- Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) atau Pengurus Cabang Istimewa untuk kepengurusan di luar negeri, terdapat 439 Cabang dan 15 Cabang Istimewa.
- Pengurus Majlis Wakil Cabang / MWC (tingkat Kecamatan), terdapat 5.450 Majelis Wakil Cabang.
- Pengurus Ranting (tingkat Desa / Kelurahan), terdapat 47.125 Ranting.

Setiap kepengurusan Pusat, Wilayah, Cabang, dan Majelis Wakil Cabang, terdiri dari:
- Mustasyar (Penasehat)
- Syuriyah (Pimpinan tertinggi)
- Tanfidziyah (Pelaksana Harian)

Lembaga.
Lembaga adalah perangkat departementasi organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama, berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan/atau yang memerlukan penanganan khusus. Lembaga ini meliputi:
- Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LD-NU)
- Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU)
- Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU, Lembaga Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama)
- Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LP-NU)
- Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP-NU)
- Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPK-NU)
- Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK-NU)
- Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM-NU)
- Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH-NU)
- Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI-NU)
- Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS-NU)
- Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWP-NU)
- Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM-NU)
- Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU)
- Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LK-NU)
- Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LF-NU)
- Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU)
- Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU)

Lajnah.
Merupakan pelaksana program Nahdlatul Ulama (NU) yang memerlukan penanganan khusus. Berdasarkan perubahan AD/ART hasil Muktamar 33 NU di Jombang, Lajnah Nahdlatul Ulama digantikan dengan lembaga. Semula ada 3 (tiga) Lajnah yaitu:
- Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) menjadi Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU)
- Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LF-NU)menjadi Lembaga Falakiya Nahdlatul Ulama (LFNU)
- Lajnah Pendidikan tinggi (LPT-NU) menjadi Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama (LPTNU)

Banom.
Badan Otonom adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.

Badan Otonom dikelompokkan dalam katagori Badan Otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu, dan Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya.

Jenis Badan Otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu adalah:
- Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU)
- Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU)
- Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU)
- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
- Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
- Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabaroh an-Nahdliyah (MATAN)

Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya:
- Jam'iyyah Ahli Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN)
- Jami'iyyatul Qurro wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU)
- Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
- Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI)
- Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa (IPSNU Pagar Nusa)
- Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU)
- Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama
- Ikatan Seni Hadroh Indonesia (ISHARI)

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]