---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

01 Februari 2018

PCNU Tarakan Mengadakan HARLAH NU Ke-92

Memperingati Harlah NU yang ke-92
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tarakan, bekerjasama dengan Ta'mir Masjid Al-Ma'arif memperingati Harlah NU yang ke-92. Melibatkan Seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang NU, Banom dan Lembaga-lembaga NU yang ada di Kota Tarakan. Rabu (31/1). Harlah NU ke-92 ini cukup menarik karena bertepatan dengan fenomena alam Gerhana Bulan "Blue Blood Moon".

Rangkaian acara Harlah d
iawali dengan sholat Isya berjama'ah dan dilanjutkan dengan sholat Khusuf. Bertindak sebagai Imam Ustadz Harsyidin dan Khotib Ketua PCNU Kota Tarakan Bapak KH. Drs. Abd. Samad, M. Lc.

Tema Harlah NU kali ini yaitu, "Mengukuhkan ukhuwwah An-Nahdliyyah dan menjaga kebhinekaan dengan Islam yang damai".

Diharapkan dengan adanya acara ini terjalinlah silaturrahim antar jamaah Nahdlatul Ulama di kota Tarakan, dan segenap pengurus baik dari tingkat PC hingga tingkat ranting. Juga antar sesama Banom dan Lembaga NU. Seperti yang di dawuhkan tokoh Nahdlatul Ulama KH Ahmad Shiddiq (1926-1991) menjelang Muktamar NU ke-28 di Krapyak, Yogyakarta pada tahun 1989 agar kita selalu menjaga hubungan baik antara masyarakat, agama dan negara. Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam ikatan kebangsaan) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia)

Menjaga hubungan baik antara masyarakat, agama dan negara.
Dalam kesempatan ini Ta'mir Masjid Al-Ma'arif, Bapak H. Fadlan Hamid dalam sambutannya  mengungkapkan sangat bahagia karena sholat Khusuf ini adalah yang pertama kali digelar di masjid Al-Ma'arif, dan beliau berterima kasih kepada segenap pengurus NU dan jamaah yang telah menggelar sholat Khusuf dimasjid ini.

Kemudian acara dilanjutkan dengan istighotsah yang dipimpin oleh Ustadz Eris dan ditutup dengan do'a oleh Rois Syuriah PCNU Kota Tarakan KH. Muksin. 

SELAMAT HARLAH NU KE-92 

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]