---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

17 Maret 2018

Musyawarah Perdana PCNU Tarakan Masa Khidmat 2018-2023




Rabu 14 Maret 2018 bertempat dibilangan gajah mada, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tarakan menggelar Musyawarah perdananya sejak dikeluarkannya Surat keputusan oleh PBNU Nomor 221/A.II.04.d/03/2018. Dalam musyawarah perdana ini dihadiri hampir seluruh pengurus baik dari Mustasyar Syuriyah maupun Tanfidziyyah.

Agenda musyawarah yg pertama adalah silatturrahmi antar pengurus baru, agar terjadi  sinergi dan koordinasi yang baik dalam menjalankan tugas-tugas pokok kestrukturan. kemudian yang kedua adalah persiapan pelantikan PCNU Kota Tarakan yang dirangkai dengan program kerja. sedangkan mengenai waktu akan dibicarakan dirapat selanjutnya nanti, ungkap Sekjen PCNU kota tarakan, Ustadz Nasir Irvan.

Dengan digelarnya rapat perdana ini diharapkan setiap pengurus dapat memahami tugas dan fungsinya didalam struktur dan dapat memberikan kontribusinya terhadap perkembangan Nahdlatul Ulama Kota Tarakan sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat Tarakan umumnya dan nahdliyyin khususnya.

Segenap Pengurus web www.nutarakan.or.id mengucapkan selamat atas terpilihnya pengurus cabang nahdlatul ulama kota tarakan semoga bisa membawa perubahan NU Tarakan kearah yang lebih baik lagi Amin Ya Robbal 'Alamin.... 

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]