---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

06 Agustus 2018

Hukum Arisan Qurban, Sah Dan Tidak Sah

Tetapi kalau hanya arisan dalam pengumpulan uang yang hasilnya di pastikan milik orang tertentu untuk di belikan hewan tertentu atau pun hasil dari arisan itu di belikan hewan dan hewan itu sudah di milikan kepada orang tertentu dengan akad menghutangkan dari orang lain seperti membeli satu hewan dengan akad hutang maka itu sah.
Kalau arisan itu hanya sekedar bergiliran melaksanakan kurban dengan domba atau sapi, tanpa menentukan kepemilikan secara penuh terhadap peserta arisan masing-masing artinya domba atau sapi tersebut belum di tentukan kepemilikannya kepada orang yang melaksanakan kurban maka itu tidak sah karena kepemilikannya belum di tentukan.

Contoh:
Kalau 2 orang memiliki 2 domba secara musyarokah (Bersekutu) atau lebih dari 7 orang bermusyarokah terhadap 2 sapi maka itu tidak cukup dan tidak sah. Begitu pula kalau 14 orang memiliki 2 sapi tapi belum di tentukan satu persatunya maka itu tidak sah karena tiap orang bukan memiliki 1/7 dari 1 sapi tapi memiliki 1/14 dari 2 sapi. Begitu pula kalau 8 orang bermusyarokah dalam 2 sapi maka hukumnya juga tidak sah karena satu orang dari 8 itu tidak memiliki 1/8 dari 2 sapi jadi di sebut tidak mu'ayyan (Di tentukan) dan tidak dipastikan.

Kesimpulan:
Kalau dari arisan itu hanya sekedar mengeluarkan tabungan lalu untuk membeli sapi tanpa menentukan siapa yang memiliki sapi tersebut maka itu tidak sah, sama halnya dengan kurban satu kambing yang tidak di tentukan.

Tetapi kalau hanya arisan dalam pengumpulan uang yang hasilnya di pastikan milik orang tertentu untuk di belikan hewan tertentu atau pun hasil dari arisan itu di belikan hewan dan hewan itu sudah di milikan kepada orang tertentu dengan akad menghutangkan dari orang lain seperti membeli satu hewan dengan akad hutang maka itu sah.

Nihayatul muhtaj jilid 2 shohifah 4 :

لواشترك اثنان في شتين في تضحية أو هدية لم يجزء.وقال الرشيدومثله لواشترك أربعة عشرفي بدنتين لأن كلاإنماحصل له سبع البدنتين فلم يحصل له من كل إلانصف سبع وذلك لايكفي لانه لايكفي إلاسبع كامل من بدنة واحدة وفاقا لم ر.وقياسه عدم الإجزاءإذااشترك ثمانية في بدنتين إذيخص كلامن كل بدنة ثمن لايكفي

Wallohu a'lam.
*Piss-KTB

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]