---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

11 Oktober 2018



NU Peduli Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala,
LAZISNU Kirimkan Sejumlah Bantuan

TARAKAN - Musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Palu-Donggala Provinsi Sulawesi Tengah pada 28 September lalu, menyita perhatian dari seluruh penjuru, baik dalam negeri maupun luar negeri. Perhatian yang diberikan dalam bentuk bantuan baik moril maupun materil. Keprihatinan yang sama pun turut dirasakan segenap Masyarakat Kota Tarakan, melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) berhasil menghimpun sejumlah dana dan juga logistik sumbangan warga Nahdliyin dan juga masyarakat Tarakan yang kemudian dikirim ke Palu dengan Kapal Motor (KM) Lambelu melalui Pelabuhan Malundung Tarakan pada Selasa (9/10) dini hari.
Senin (8/10), Sekira pukul 23.00 Rombongan PCNU Tarakan yang dikawal Barisan Ansor Serbaguna (Banser) beriringan menghantarkan 350 koli logistik yang dimuat oleh dua truk Satuan Polisi Pamong Praja, setibanya di Pelabuhan Malundung Barang langsung diserah terimakan kepada Kepala PT Pelni Hoirul Rijal oleh Ketua LAZISNU Drs. H. Sutiyono, yang disaksikan oleh Ketua PCNU kota Tarakan Ust. Abdus Samad LC, MA dan segenap rombongan.
Kepada Media ini, Sutiyono menyampaikan bahwa bantuan yang dikirimkan tersebut berupa 350 koli logistik seperti makanan cepat saji, beras, air mineral, alat sholat, selimut, baju dewasa, perlengkapan bayi dan lain sebagainya. Tak hanya itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai senilai 40 juta rupiah lebih yg akan kami kirim dalam waktu dekat ini melalui PB Lazisnu pusat  
“Bantuan kami himpun dalam waktu tiga hari, tak hanya dari Warga Nahdliyyin saja tetapi kami  menerima dari Masyarakat Tarakan pada umumnya yang ingin turut menyumbang. Menghimpun dananya sendiri LAZISNU mengedarkan surat kemasjid-masjid selain itu juga kami pasang spanduk dan membuka posko penerimaan bantuan,” tutur Sutiyono.
Sutiyono menjelaskan, barang-barang tersebut sesampainya di Palu akan dijemput oleh Pengurus Wilayah (PWNU) Sulawesi Tengah di pelabuhan, dan setelah itu akan diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah untuk didistribusikan.  
Sampai kini, walaupun sejumlah bantuan telah dikirim, Sutiyono menyampaikan bahwa bantuan masih terus berdatangan dari berbagai pihak. Dan juga masih membuka penerimaan jika masih ada warga yang ingin memberikan sumbangan, namun  sumbangan yang  kami himpun untuk beberapa Minggu kedepan yaitu berupa uang tunai.
Sementara itu, Ketua PCNU Tarakan Ust. Abdus Samad, LC. MA menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut dan berharap kondisi Masyarakat di lokasi kejadian cepat pulih dan kembali normal. Walaupun bangunan belum dapat direnovasi namun setidaknya mereka bisa mendapatkan makan serta pakaian yang layak.
“Alhamdulillah PCNU yang dimotori oleh LAZISNU dapat menhimpun dana guna berbagi kebahagiaan buat saudara-saudara di Sulawesi Tengah.  Mudahan-mudahan bisa membantu meringankan sedikit beban mereka,” tutur Abdus Samad.

Abdus Samad juga menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang turut terlibat seperti PCNU, MWC, Ansor, Banser, Muslimat  (Banom) NU, sekota Tarakan Satpol PP Kota Tarakan,  PT PELNI berkenan bekerjasama dalam pengiriman serta seluruh Masyarakat  kota Tarakan yang turut memberikan  sumbangsih berupa bantuan kepada korban gempa dan tsunami Palu-Donggala melalui gerakan NU CARE LAZISNU dan kami mengharap kepada masyarakat agar tidak henti hentinya untuk mengeluarkan  infak sedekah. Ia juga  mendoakan agar upaya tersebut dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa. (adv/dc)

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]