---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

04 April 2021

JANGAN SALAH MENEMPATKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR


JANGAN SALAH MENEMPATKAN AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

Banyak zaman sekarang yang salah dalam meng artikan atau salah menempatkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, akibat nya bisa menimbulkan kerusakan yang lebih banyak dan lebih membahayakan, maka nya kita sebagai orang awam gak boleh mengambil hukum langsung dari Al-Qur'an dan hadis harus mengikuti para Ulama salafus sholeh, seperti yang di terangkan di dalam kitab I'anatut Tholibin dan kitab Al-Bujairimi

ﻛﻞ ﻣﻦ ﺍﻷﺋﻤﺔ ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻮﺍﺏ 

Setiap imam yg empat (Imam Hanafi,Syafi'i,Malkiki dan Hambali) itu berjalan di jalan yang benar

ﻭﻳﺠﺐ ﺗﻘﻠﻴﺪ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﻭﻣﻦ ﻗﻠﺪ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻣﻨﻬﻢ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﻋﻬﺪﺓ ﺍﻟﺘﻜﻠﻴﻒ

Maka wajib bagi umat islam untuk bertaqlid/mengikuti kepada salah satu diantara yang empat tadi sebab orang yang sudah bertaqlid kepada salah satu imam yang empat tersebut maka ia telah terlepas dari tanggungan dalam keagamaan

 ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻘﻠﺪ ﺃﺭﺟﺤﻴﺔ ﻣﺬﻫﺒﻪ ﺃﻭ ﻣﺴﺎﻭﺍﺗﻪ ﻭﻻﻳﺠﻮﺯ ﺗﻘﻠﻴﺪ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻓﻰ ﺇﻓﺘﺎﺀ ﺃﻭ ﻗﻀﺎﺀ

Dan bagi Orang yang bertaqlid haruslah yakin bahwa madzhab yang di ikuti itu benar dan madzhab yg lain juga benar. Arti nya Ummat islam ini tidak boleh memperadukkan Madzhab dalam satu ibadah.

Begitu juga dengan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, kita tidak boleh langsung kembali ke Al-Qur'an dan hadis harus mengikuti para Ulama yang emang udah mumpuni. Seperti yang di jelaskan dalam kitab Kitab Al-Ghunyah 

فالأمر بالمعروف والنهى عن المنكر واجبان على كل مسلم حر مكلف عالم بذلك بشرط القدرة على وجه لا يؤدى الى فساد عظيم 

Amar ma'ruf nahi munkar wajib bagi setiap ummat islam dan juga harus tau ilmu nya atau cara nya Amar Ma'ruf Nahi Munkar, selagi tidak mendatangkan kerusakan yang lebih besar dan tidak membahayakan diri nya, harta nya dan orang lain.

Tapi klau kita melakukan Amar Ma'ruf nahi munkar ini bisa mendatangkan ke mungkaran yang lebih besar lagi, maka Amar Ma'ruf Nahi munkar ini gugur, Maka nya sebelum melaksanakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar kita harus berpikir dulu gak boleh grasah grusuh lihat dampak nya, apakah ini bisa mendatangkan ke munkaran yang lebih besar lagi apa tidak.

Maka nya tidak sembarangan orang yang bisa melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, karna ada porsi nya masing-masing, seperti yang di jelaskan di dalam kitanb Al-Ghunyah

Menghilangkan kemungkaran itu ada tiga bagian 

يكون انكارهم  باليد وهم الأئمة والسلاطين 

Menghilangkan ke munkaran dengan tangan nya yaitu harus di lakukan oleh orang yang punya jabatan

انكارهم باللسان دون اليد وهم العلماء

Menghilangkan ke munkaran dengan lisan yaitu harus di lakukan oleh para ulama dengan lewat berdakwah dan bukan kajian kitab

انكارهم بالقلب وهم العامة

Khusus Masyarakat Awam ini cukup inkar bil Qolbi.

Dari keterangan di atas bisa di simpulkan, ketika ada orang yang teriak teriak Amar Ma'ruf Nahi Munkar di jalanan berarti orang itu tidak paham dengan syarat syarat Amar Ma'ruf Nahi Munkar, semoga dengan tulisan ini, kita bisa paham apa itu Amar Ma'ruf Nahi Munkar dan semoga kedepan nya tidak di salah gunakan lagi tentang Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Karna kalau di salah gunakan lagi, akibat nya bisa rusak dan yang menjadi korban adalah masyarakat bawah. 

Penulis : Anam Az -Zaheery (pengajar di Lp Ma'arif Madrasah Tahfidzul Qur'an Daruts Tsaqofah)

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]