---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

24 April 2021

JIMA' SIANG HARI



Kemaren ada salah satu teman saya bertanya, bagaimna hukum orang berpuasa terus main kuda lumping sama istri, pas lagi enak² nya udah keluar fajar (udah masuk subuh) trus sang suami mencabut nya langsung..

Maka klau kasus nya suami langsg mencabut nya, maka puasa nya tidak batal sprti yg di jelaskan dalam kitab اعانة الطالبين
لوكان مجامعا عند ابتداء طلوع الفجر
Klau ada suami istri main kuda lumping, terus fajar udah keluar (masuk waktu subuh)
 فنزع في الحال اي عقب طلوعه 
Maka seketika itu sang suami harus langsg mencabut nya 
فلا يفطر 
Maka klau langsg mencabut nya tidak membatalkan puasa
وان انزل 
Maskipun setelah di cabut keluar mani
لان النزع ترك للجماع 
Krna mencabut nya tersebut untuk meninggalkan hubungan intim suami istri
فان لم ينزع حالا لم ينعقد الصوم وعليه القضاء والكفارة 
Maka kalau tidak di cabut seketika, maka batal puasa nya dan wajib qodho' dan bayar kafarot..

Tapi klau kasus nya merasa EMAN ketika mencabut nya karna udah sampai di puncank..
Maka solusi nya membatalkan puasa nya lebih dlu baru main kuda lumping lagi..
Sprti yg di jelaskan dalam kitab اسنى المطالب 

وقولنا بجماع احترازا ممن افطر اولا بغيره ثم جامع فأنه لا كفارة في ذلك
Pengecualian bagi orang yg membatalkan puasa nya lebih dlu sebelum main kuda lumping. Maka bagi orang tersebut tidak usah bayar kafarot.

Penulis : Anam Az-Zaheery 

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]