---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

25 April 2021

MUDIK LEBARAN DAN LARANGAN PEMERINTAH

Mudik merupakan tradisi yang terjadi setahun sekali di mana perantau memanfaatkan Hari Raya Idulfitri sebagai momen pulang dari perantauan setahun sekali, selain untuk silaturahmi dengan keluarga di kampung, juga mengajarkan kita untuk selalu rindu dan cinta terhadap kampung halaman حب الوطن من الأيمان

Tapi karna faktor wabah Covid 19 maka kita di larang mudik dan juga perlu kita ketahui bahwa mudik bukan perkara wajib di dalam syariat islam, tapi termasuk dalam katagori mubah bahkan bisa di tingkat level sunnah klau niat di tata dengan betul.

Maka dari itu kita harus mendukung pemerintah dan taat kepada nya, karna kalau kita tidak taat kepada pemerintah bisa-bisa kita berdosa sebagaimana yang di jelaskan dalam kitab Bugyatul Mustarsyidin

 انه تجب طعاعة الامام فيما امر به ظاهراوباطنا مما ليس بحرام او مكروه فالواجب يتأكد والمنذوب يجب وكذا المباح ان كان مصلحة
Wajib mentaati pemimpin dalam semua hal yang telah diperintahkan, secara lahir dan batin, selama bukan perkara haram atau makruh. Perkara wajib semakin wajib untuk ditaati, perkara sunah menjadi wajib, begitu juga perkara mubah jika mengandung kemaslahatan umum.

Maka nya aturan pemerintah menjadi penyempurna syari'at islam, seperti yang di jelaskan dalam kitab At Tasyri' Al-Janai

تعتبر القوانين والقرارات واللوائح مملكة التشريع الإسلام لأن الشريعة تعطي لأولي الأمر حق التشريع فيما يمس مصلحة الأفراد ومصلحة الجماعة بالنفع 
Undang-undang keputusan dan program pemerintah dianggap sebagai program penyempurna syari’at Islam karena syari’at memberikan hak kepada pemerintah untuk membuat undang-undang yang menyentuh kemaslahatan dan memberikan manfaat kepada individu dan kelompok.

Ahmad Soleh (Wakil PCNU Tarakan)

0 komentar

Berkunjung ke FP nucare lazisnu tarakan
"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]