---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

06 April 2021

Orang yang tidak di perbolehkan puasa

ANAK KECIL DAN ORANG GILA

Di jelaskan dalam kitab المتن الشريف karya nya Saykhona Kholil Bangkalan 
وشروط وجوبه اربعة الاسلام والبلوغ والعقل والطاقة
Orang yang di wajibkan berpuasa adalah orang islam, balig, ber akal dan juga kuat..

Tanda nya kalau anak kecil tersebut udah di katakan balig adalah
تمام خمس عشرة سنة في الذكر والأنثى
Sempurna nya umur 15 tahun baik laki² dan perempuan
الأختلام  فيهما لتسع سنين 
Anak laki² dan perempuan klau udah mimpi basah ketika umur 9 tahun
الحيض في الأنثى لتسع سنين
Klau anak perempuan udah haid ketika umur 9 tahun..
Apabila ada salah satu tanda yang 3 di atas maka anak laki² dan perempuan wajib puasa ramdhan, klau tidak ada tanda² yg 3 di atas maka orang tua wajib memerintahkan anak nya sebagaimana sabda nya rosululloh Saw

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم علموا الصبي الصلاة وهو ابن سبع سنين واضربوه عليها وهو ابن عشر سنين.
Rosulullah Saw. bersabda : Ajarilah sholat kpda anak kalian pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka yang masih meninggalkan shalat (dengan pukulan yang tidak menyakitkan) ketika mereka menginjak usia sepuluh tahun..

SAKIT YANG TIDAK ADA HARAPAN SEMBUH/SAKIT YANG ADA HARAPAN SEMBUH DAN ORANG YANG SANGAT TUA RENTA
Di jelaskan dalam kitab نهاية الزين 
فللمريض ثلاثة احوال 
Orang sakit itu ada 3 ke adaan
ان خاف أي توهم ضرار يبيح التيمم كره له الصوم وجاز له الفطر 
Jika orang itu khawatir klau berpuasa akan menimbulkan bahaya, di mana penyakitnya itu sampai memperbolehkan tayamum maka orang tersebut makruh berpuasa dan boleh untuk tidak berpuasa.

فان تحقق الضرر المذكور ولو بغلبة ظنه أو انتهى به العذر الى الهلاك أو ذهاب منفعة عضو حرم عليه الصوم ووجب عليه الفطر 
Jika orang itu yakin klau berpuasa akan menimbulkan bahaya tersebut maskipun hanya sekedar prasangka atau sampai menyebabkan kerusakan anggota tubuh atau hilangnya manfaatnya anggota tubuh maka haram bagi orang tersebut berpuasa dan wajib baginya untuk berbuka.
فان كان المرض خفيفا حرم الفطر ووجب الصوم وقد مر ذلك أيضا
Jika penyakitnya itu ringan maka haram baginya berbuka/tidak berpiasa dan wajib meneruskan puasa nya..

وموجب للفدية دون القضاء وهو لشيخ كبير لما مر في باب الفدية مع عجزه عن الصوم ومثله مريض لا يرجى برؤه
Dan diwajibkan membayar fidyah tanpa meng qodho puasa yaitu bagi orang yang tua renta dan orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhan..
 
ORANG HAMIL DAN MENYUSUI
Di jelaskan dalam kitab الفقه الاسلامي وادلته

الحامل والمرضع اذا خافتا بالصوم ضررا لا يحتمل سواء كان الخوف على انفسهما وولديهما معا 
Perempuan hamil dan menyusui ketika dengan puasa khawatir menimbulkan bahaya yang tidak diragukan lagi, baik bahaya itu membahayakan dirinnya beserta anaknya
او على انفسهما فقط 
Atau dirinya saja
اوعلى ولديهما فقط 
Atau anaknya saja
وجب عليهما الفطر وعليهما القضاء
Maka dalam kondisi ini mereka wajib meninggalkan puasa dan wajib meng qodho 

في الأحوال الثلاثة وعليهما ايضا الفدية مع القضاء في الحالة الأخيرة وهي ما اذا كان الخوف على ولدهما فقط 
Tetapi dalam kondisi yg no 3 ketika puasa itu dikhawatirkan membahayakan anaknya saja maka mereka juga diwajibkan qodho' dan membayar fidyah

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]