---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

25 April 2021

PENGERAS SUARA/TOA

Padahal pembahasan ini udah lama sekitar 15 tahun yg lalu, waktu saya mengikuti Bahtsul Masail di pesantren, TOA/PENGERAS SUARA udah di bahas..

Skg udah tahun 2021, berarti orang yg mempermasalahkan nya tempat Ngopi nya kurang jauh..

Klau di desa udah biasa masjid Tadarus Al-Qur'an pakai pengeras suara, karna kalau gak pakai pengeras suara akan terasa hambar bahkan kadang orang kampung menegur nya klau tadarus gak pakai pengeras suara..

Beda tempat beda lagi pembahasan nya, makax klau di kota mungkin emang agak mengganggu ketertiban orang lain, karna kehidupan di kota beda dengan kehidupan di desa..

Solusi nya klau di kota, setelah sampai waktu nya orang tidur pengeras suara di kecilkan sekira orang di samping nya gak terganggu..

Tapi klau kebanyakan orang pakai pengeras siara gak terganggu silakan pakai, tapi klau cuma satu orang yg terganggu berarti orang itu agak aneh dalam beragama bahkan bisa di bilang mau mematikan Syiar agama islam..

Seperti yg di jelaskan dalam kitab
 بغية المستر شيدين

فائدة جماعة يقرأون القرآن في المسجد جهرا
Sekelompok orang membaca Al-Quran pengeras suara di masjid. 
وينتفع بقراءتهم أناس
Sebagian lagi mengambil manfaat dari bacaan mereka. 
ويتشوّش اخرون
Tetapi sebagian orang lainnya terganggu. 
فإن كانت المصلحة أكثر من المفسدة 
Jika maslahatnya lebih banyak dari mafsadatnya
فالقراءة أفضل
Maka baca Al-Quran itu lebih utama (afdhal). 
وإن كانت بالعكس كرهت 
Tetapi jika sebaliknya yang terjadi, maka baca Al-Quran itu menjadi makruh..

Kesimpulan nya :

Bukan Tadarus aja yg gak boleh pakai pengeras suara ketika menggangu orang lain, maskipun sholat klau pakai pengeras suara terganggu juga di makruhkan..

Penulis : Anam Az-Zaheery

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]