---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

11 April 2021

PUASA RAMADHAN

KEWAJIBAN BERPUASA  RAMADHAN

قال الله تعالى وعز وجل 
Alloh Swt berfirman
يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تعقلون
 Wahai orang² beriman telah di wajibkan untuk kmu berpuasa sprti di wajibkan umat² sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yg bertakwa..
معناه 
Adapun makna dari firman Alloh Swt
لعلكم تتقون النار بصومه
Dengan sebab puasa, kalian semua bisa takut/selamat terhadap neraka 
فان صومه سبب لغفران الذنوب 
Sesungguh nya berpuasa menjadi sebab di ampuni semua dosa 
الموجبة للنار
Di jauhkan dari neraka
وفي الصحيحين  
Di riwayatkan dari Imam Bukhori dan Imam Muslim
عن النبي صلى الله عليه وسلم انه قال 
Rosululloh Saw bersabda
بني الاسلام على خمس
Islam di bangun/pondasi nya islam itu ada lima
على ان تعبد الله وتكفر بما دونه 
Menyembah Alloh Swt dan mengingkari terhadap sesuatu selain Alloh Swt
واقام الصلاة 
Dan mendirikan sholat
وايتاء الزكاة
Dan menunaikan zakai
وحج البيت 
Dan haji 
وصوم رمضان
Dan puasa di bulan romdhon

Ref kitab : مقاصد الصوم

0 komentar

"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]