---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

01 April 2021

UKURAN AIR DUA KULLAH & CEBOK DGN TISU

UKURAN AIR DUA KULLAH

Rangkuman kitab Karya nya Saykhona Kholil Bangkalan
كل ماء نزل من السماء او نبع من الأرض فهو طاهر مطهر
Setiap air yg turun dari langit atau keluar dari bumi itu suci dan menyucikan
فالقليل ماء دون القلتين وهو يتنجس بوقوع النجاسة فيه وان لم يتغير
Air yg sedikit yaitu air yg kurang dari dua kullah, bisa najis apabila kejatuhan najis. Maskipun air tsb tidak berubah
والكثير قلتان فأكثر وهو لا يتنحس بوقوع النجاسة الأ اذا تغير طعمه اولونه او ريحه 
Air yg dua kullah tidak akan bisa najis maskipun kejatahun najis, kecuali berubah rasa nya, warna nya, atau bau nya..

Berpa ukuran Air dua kullah tersebut..?
وقدر القلتين بالوزن خمسمائة رطل بغدادي 
Ukuran Air dua kullah itu kira² 500 Ritel dgn pakai ukuran Bagdad, kalau versi ukuran skg kira² 217 Liter Sprti yg di jelaskan di kitab التقريرة الشديدة karya nya Habib Zain bin Smith
وبالمقاييس الحديثة ٢١٧ لترا تقريبا 
Klau di ukur dgn zaman skg kurabg lebih 217 liter..

ISTINJA'/CEBOK DENGAN TISU

والأستنجاء واجب من كل خارج ملوث من السبيلين بماء اوثلاث احجار 
Istinja' itu wajib pakai Air/Batu, dari setiap yg keluar dari Qubul/Dubur 
اوما يقوم مقامهما 
Atau dengai pakai sesutu yg sama dgn Air/Batu
من كل جامد طاهر قالع غير مطعوم ولا محترم ولا مبتل 
Istinja'/cebok dgn batu itu harus dgn sesuatu yg keras juga suci yg bsa menghilangkan najis, dan tidak bisa makan, dan tidak di mukyakan, dan tidak basah..

Zaman semakin canggih, batu pun udah tidak pakai, tisu pun bisa menjadi Alat untuk Istinja' selama tisu tadi tidak basah sprti yg di jelaskan dalam kitab بغية المسترشدين
يجوز الإستنجاء بأوراق البياض الخالى عن ذكر الله كما فى الإيعاب
Diperbolehkan istinja’/cebok dengan menggunakan kertas² putih/tisu yg tidak terdapat tulisan asma Alloh seperti dalam keterangan kitab Al-I'ab.

Penulis : Anam Az-Zaheery

0 komentar

Berkunjung ke FP nucare lazisnu tarakan
"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]