---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

26 April 2021

ZAKAT PAKAI UANG


Berbicara tentang teknik berpindah madzhab tidak semua orang secara mudah untuk melakukannya kecuali dalam kondisi tertentu seperti ketika kita menunaikan ibadah haji, sprti yg di jelaskan dalam kitab متن الإيضاح في المناسك

مما تعم به البلوى في الطواف ملامسة النساء للزحمة
Termasuk cobaan yg merata dalam thowaf adalah sentuhan dgn wanita karena berdesak²
فينبغي للرجل أن لا يزاحمهن 
Sebaiknya bagi lelaki untuk tidak berdesak² dgn para wanita tersebut
ولها أن لا تزاحم الرجال خوفا من انتقاض الطهارة 
Begitu juga bagi para wanita jangan berdesakan dengan para lelaki karena kekhawatiran akan terjadi batalnya wudhu.
فإن لمس أحدهما بشرة الأخر ببشرته انتقض طهور اللامس 
Sesungguhnya bersentuhan salah satu dari keduanya terhadap kulit yang lain bisa menyebabkan batalnya kesucian orang yang menyentuh
وفي الملموس قولان للشافعي رحمه الله تعالي 
Sedangkan bagi orang yg disentuh, terdapat dua pendapat dalam madzhab Syafi’i 
أصحهما أنه ينتقض وضوءه 
Menurut pendapat yg paling shohih adalah batal wudhunya orang yang disentuh
وهو نصه في أكثر كتبه 
Redaksi itu merupakan  tekstual yg terdapat dalam mayoritas kitab² imam Syafi’i
والثاني لا ينتقض واختاره جماعة قليلة من أصحابه 
Adapun pendapat kedua mengatakan tidak batal. Pendapat ini dipilih oleh sebagian kecil golongan pengikut Syafi’i
والمختار الأول
 Sedangkan pendapat yang terpilih adalah yang pertama.

Begitu juga dengan kondisi yang ada di tarakan karna orang tarakan gak ada yg bertani padi seperti daerah² lain nya dan sebagian orang emang ribet ketika harus membawa beras ke amil maka dengan ini bagi masyarakat yg mau zakat fitrah pakai uang sebaik nya tetap menggunakan madzhab syafi'i dari pada harus berpindah madzhab tapi memberatkan bagi orang yang yang ingin mengeluarkan zakat fitrah, sprti yang di jelaskan dalam kitab
 غاية تلخيص  
أفتى البلقيني بجواز إخراج الفلوس الجدد المسماة بالمناقر في زكاة النقد والتجارة
Imam Al-Bulqini berfatwa tentang bolehnya mengeluarkan zakat fitrah dgn mat uang
 قال إن الذي اعتقده وبه اعمل وإن كان مخالفا بالمذهب الشافعي 
Mushonnif berkata : Sesungguhnya saya telah menyakininya, dan Aku mengerjakanya meskipuin hal itu bertentangan dengan Madzhab Imam Syafi'i
والفلوس انفع للمستحقين 
Dan uang lebih bermanfaat bagi orang yg berhak menerima zakat..

Dan juga di jelaskan dalam kitab المتن الشريف karya nya Saykhona Kholil bangkalan
ويسن ان يخرجها قبل صلاة العيد ويجوز اخراج القيمة
Dan disunahkan mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat 'id. Boleh mengeluarkannya dengan qimah/uang..

Dan KH. Ali Thoifur Ali wafa ketika mensyarahi kitab nya Saykhona kholil dgn redaksi sebagai berikut 
(قوله ويجوز اخراج القيمة)
Perkataan Saykhona Kholil, Boleh mengeluarkannya dengan qimah/uang
  وهذا مما انفرد به المصنف رحمه الله من بين سائر اصحابنا
Pendapat ini termasuk pendapat pribadi beliau yg berbeda dengan para ashab Syafi’i..

Tapi alangkah baik bagi Amil zakat mensupalai/menyiapkan beras agar bisa mengikuti mayoritas pendapat nya imam syafi'i...

Penulis : Anam Az-Zaheery

0 komentar

Berkunjung ke FP nucare lazisnu tarakan
"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]