---ISLAM NUSANTARA MERAWAT KEBHINEKAAN DI BUMI PAGUNTAKA---

14 Juni 2021

PENTING NYA MENCARI ILMU


Imam Syafi'i berkata 
حياة الفتى والله بالعلم والتقى *اذا لم يكونا لأعتبار لذته
Kehidupan pemuda demi Allah harus dengan Ilmu dan takwa. Tanpa kedua nya tidak ada arti nya sama sekali. Maka nya dalam Islam mencari ilmu adalah perintah agama, utamanya ilmu tentang hal-hal pokok yang terkait dengan kewajiban asasi dalam agama seperti shalat dan puasa maupun kebutuhan hidup sehari-hari, seperti sandang, pangan dan papan untuk diri dan keluarga.

Sebagaimana sabda nya Rasulullah Saw 
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya : Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Saw bersabda "Mencari ilmu sangat diwajibkan bagi setiap orang Islam” (HR Ibnu Majjah)

Pada hadits di atas Rasululloh Saw tidak membatasi tempat dan waktu. Sebab orang yang mencari ilmu sudah pasti tidak terhindar dari tempat dan terjadi di dalam waktu/masa. Maskipun di masa pandemi ini, kita tetap di wajibkan mencari ilmu. Karna orang yang tidak makan atau minum dalam waktu tertentu dapat mengalami kelaparan bahkan mati. Demikian pula ketika jiwa/hati yang tidak dikasih makan, yaitu ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama, tentu hatinya akan gersang bahkan lama-lama juga mati. Seperti yang di jelaskan Imam Ghazali dalam kitab Ihya' Ulmuddin
 فَإن غذاء القلب العلم والحكمة وبهما حياته كما أن غذاء الجسم الطعام
 Artinya, “Sungguh santapan/makanan bagi hati (jiwa) adalah ilmu dan hikmah. Sebab keduanya hati menjadi hidup sebagaimana halnya santapan bagi fisik/badan adalah makanan"

Sepanjang masih hidup, mereka tidak boleh terlepas dari ilmu dan makanan untuk keberlangsungan hidup jiwa dan raganya. Oleh sebab itu, pemberlakuan social distancing atau pembatasan gerak masyarakat saat ini bukan alasan untuk berhenti belajar sebagaimana halnya tidak alasan berhenti makan. Jika madrasah/sekolahan, kampus dan pesantren memberlakukan masa libur, tetapi aktivitas belajar/thalabul ilmi tidak boleh libur hingga kematian tiba.

Penulis : Siti Nurlailiyah, S.Pd.I (Bendahara PW ISNU KALTARA)

0 komentar

Berkunjung ke FP nucare lazisnu tarakan
"Kekayaan bukanlah tentang banyaknya harta. Namun kekayaan sesungguhnya adalah kekayaan jiwa. (Hati yang merasa cukup)." [HR Bukhari dan Muslim] “Kita lebih membutuhkan adab (Meskipun) sedikit, dibanding ilmu (Meskipun) banyak.” [Abdullah bin Mubarak, ulama sufi; dikutip dari Adabul ‘Âlim wal Muta‘allim karya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari] "Jangan tangisi agamamu jika ia masih dikuasai oleh ahlinya. Tangisilah jika ia dikuasai bukan oleh ahlinya." [HR Thabrani] "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS An-Nahl: 18] "Bila kau tahu setan tak pernah lupa kepadamu, janganlah kau lalai terhadap Dzat yang menggenggam nasibmu." [Syekh Ahmad ibn Atha'illah, dalam al-Hikam] “Jangan kamu merasa paling suci. Karena Dia-lah yang lebih mengetahui orang yang paling bertakwa,” [An-Najm: 32] "Sungguh kebenaran bisa lemah karena perselisihan dan perpecahan. Sementara kebatilan kadang menjadi kuat sebab persatuan dan kekompakan." (Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyati Nahdlatil Ulama) “Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang, lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.” [Abu Hâmid al-Ghazâlî, Tahâfutul Falâsifah]